Minggu, 31 Agustus 2014

SAMBUTAN KETUA PANITIA SEMINAR NASIONAL BISNIS ONLINE

Buat anda yang sedang mencari contoh sambutan ketua panitia seminar, berikut ini contoh sambutan Ketua Panitia Seminar Nasional Bisnis Online. Harap diperhatikan urut-urutan naskah mulai dari penyebutan tamu VIP, menyebut nama acara, uraian acara, ucapan terima kasih dan bagian penutup.
Jika anda sedang bingung menyusun sambutan panitia, naskah ini bisa digunakan sebagai template sambutan panitia. selamat membaca, semoga bermanfaat. (AhliNaskahPidato)


SAMBUTAN KETUA PANITIA SEMINAR NASIONAL BISNIS ONLINE

Jakarta Convention Center, 12-12-2012


Assalamualaikum wr.wb,
Selamat Pagi dan Salam Sejahtera
Yang kami hormati,
Bapak Menkominfo atau yang mewakili
Para pimpinan organisasi di bidang IT
Para pebisnis online
Hadirin yag berbahagia,

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT dimana pada hari ini kita dapat hadir dalam seminar Nasional Bisnis Online yang mengambil Thema: Sukses Bisnis Online Menyambut Perdagangan Bebas ASEAN.

Thema ini kami tetapkan berdasarkan Rapat Panitia bersama asosiasi di bidang IT serta Kementerian Komunikasi dan Informatika pada bulan Juni lalu. Dalam pembahasan rapat, peserta sepakat bahwa para pelaku bisnis online di Indonesia tengah mengalami perkembangan yang sangat baik. Ekspor berbagai produk Indonesia dapat berkembang cukup pesat akhir-akhir ini adalah berkat dukungan para pelaku bisnis online.

Itu sebabnya menyambut era perdagangan bebas ASEAN atau ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2015 mendatang, kami optimis, Indonesia mampu bersaing dengan negara kawasan ASEAN maupun kawasan lainnya jika kita mampu memperkuat kapasitas bisnis online.

Bapak Menteri dan Hadirin yang kami hormati,

Kami dari komunitas pebisnis online telah melakukan serangkaian diskusi baik pebisnis pemula maupun yang sudah profesional, dan semuanya menyepakati untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui pengembangan strategi bisnis online.

Untuk itu dalam seminar nasional ini, kami mengundang pembicara-pembicara nasional yang kompeten, dari berbagai pihak, antara lain:
  1. Bapak Menkominfo
  2. Ketua Federasi Masyarakat Pebisnis Online
  3. Pimpinan RWP Grup 
  4. Pimpinan Indonesian Entrepreneur Society (IES)
Bapak Menkominfo mohon berkenan menyampaikan kebijakan mengenai pengembangan IT di Indonesia yang mendukung bisnis online, sedangkan pembicara lainnya akan menyampaikan pandangan dan pemikirannya mengenai startegi pengembangan bisnis online agar Indonesia benar-benar unggul di dunia, minimal regional ASEAN.

Bapak Menteri dan Hadirin yang kami hormati,

Sebagaimana kita ketahui, pengguna internet di Indonesia berkembang demikia pesat, lebih dari 30%/tahun. Tahun 2014 diperkirakan pengguna internet mencapai 150 juta orang. Pengguna social media juga berkembang sangat pesat. Indonesia termasuk 5 besar pengguna facebook dunia. Ini menunjukan bahwa kita tidak ketinggalan sebagai pengguna internet.

Mayoritas pengguna internet masih memanfaatkan internet sebagai sarana konsumtif. Itu sebabnya masyarakat perlu dikembangkan kemampuannya untuk menggunakan internet sebagai kegiatan produktif, yaitu sebagai sarana bisnis online, khususnya untuk mengembangkan bisnis offline yang sudah ada.

Berbagai macam pelatihan telah dilakukan oleh komunitas bisnis online, antara lain RWP yang bekerjasama dengan IES menyelenggarakan training bisnis online di berbagai kota. Hasil training ini sangat mengesankan. Banyak pebisnis baru yang mampu menembus pasar ekspor, melalui bisnis online. Pakaian dari Tanah Abang, kerajinan dari berbagai daerah,  serta berbagai produk industri UKM bisa laku keras di negara Asia dan Afrika berkat strategi bisnis online.

Dengan demikian, saatnya sekarang kita terus meningkatkan bisnis online.

Bapak Menteri dan Hadirin yang kami hormati,

Seminar kali ini diikuti oleh 300 orang dari berbagai daerah dan berbagai komunitas.
Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak sehingga acara ini dapat berlangsung sukses, antara lain:
  1. Bapak Menkominfo dan jajarannya
  2. Para pembicara seminar dan moderator
  3. Perusahaan sponsor: PT.......,PT......
  4. Organisasi pebisnis online

Akhir kata, jika ada yang kurang berkenan, kami mohon maaf sebesar-besarnya.

Selamat mengikuti seminar,

wassalamualaikum wr wb.

Jakarta,
Ketua Panitia



______________________

















Sabtu, 30 Agustus 2014

CARA MUDAH MEMBUAT NASKAH SAMBUTAN PANITIA

Bagi saya yang sudah ratusan kali menyusun sambutan panitia, tentunya menyusun sambutan panitia itu merupakan pekerjaan mudah. Tapi bagi pemula, menyusun sambutan panitia membutuhna waktu cukup lama, bahkan kadang perlu beberapa hari.

Untuk memudahkan menyusun sambutan panitia, berikut tips dari saya:

1. mengetahui secara persis nama acara, tema, tujuan, susunan acara, jumlah peserta dan profil peserta.
2. Mengetahui keunggulan acara dibanding acara sejenis.
3. Mengetahui pesan yang perlu disampaikan agar acara ini sukses.
4. Mencari contoh sambutan panitia pada acara sejenis.

Selanjutnya anda tinggal mengolah bahan tersebut menjadi naskah sambutan panitia.

semoga bermanfaat

Minggu, 28 April 2013

PIDATO PENGUNDURAN DIRI ANAS URBANINGRUM

Anas Urbaningrum
Setelah KPK menetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang, Jumat malam 22 Februari 2013, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengundurkan diri dari posisinya. Anas Urbaningrum mengumumkan pengunduran diri dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).

Saat menggelar konferensi pers, Anas Urbaningrum didampingi sejumlah pimpinan DPP Partai Demokrat yang juga loyalis Anas. Seperti Ketua Divisi Komunikasi Publik I Gede Pasek Suardika dan Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat, M. Rahmad. Anas berpidato cukup panjang. Setelah berpidato pengunduran diri dan mencopot jaket biru kebesaran Partai Demokrat, Anas mendapat pelukan dari kader-kader Partai Demokrat. Berikut isi lengkap pidato pengunduran diri Anas, dikutip dari Metrotvnews


Assalamualaikuam warrahmatullahi wabarukatuh. Terima kasih dan selamat datang kepada rekan-rekan wartawan. Hari ini saya akan menyampaikan sikap, pikiran dan pandangan terkait status sebagai tersangka. Seperti diketahui bersama tanggal 22 Februari 2013 KPK sudah mengumumkan bahwa saya dinyatakan berstatus tersangka. Atas pengumuman KPK itu, saya menyatakan akan mengikuti proses hukum sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Karena saya masih percaya bahwa lewat proses hukum yang adil dan obyektif dan transparan, kebenaran dan keadilan bisa saya dapatkan.

Saya garis bawahi, saya masih percaya lewat proses hukum yang adil, obyektif, dan transparan berdasarkan kriteria-kriteria dan tata laksana yang memenuhi standar, saya yakin kebenaran dan keadilan masih bisa ditegakkan. Karena saya percaya negeri kita ini berdasarkan hukum dan keadilan, bukan berdasarkan prinsip kekuasaan.

Yang kedua, saudara-saudara sekalian, lewat proses hukum yang obyektif dan transparan itu saya akan melakukan pembelaan hukum sebaik-baiknya. Dan lewat proses hukum itu, berdasarkan bukti-bukti dan saksi-saksi yang kredibel, saya meyakini betul sepenuh-penuhnya bahwa saya tidak terlibat di dalam proses pelanggaran hukum yang disebut sebagai proyek Hambalang itu. Ini saya tegaskan karena sekali lagi, sejak awal, saya punya keyakinan yang penuh tentang tuduhan-tuduhan yang tak berdasar itu.

Saya meyakini bahwa kebenaran dan keadilan pangkatnya lebih tinggi dari fitnah dan rekayasa. Kebenaran dan keadilan akan muncul mengalahkan fitnah dan rekayasa, sekuat apapun dibangun, sehebat apapun itu dibangun, serapi apapun itu dijalankan. Itu keyakinan saya.

Saudara-saudara sekalian, saya ingin sampaikan, sejak awal saya meyakini bahwa saya tidak akan punya status hukum di KPK. Mengapa? Karena saya yakin KPK bekerja independen, mandiri, dan profesional. Karena saya yakin KPK tidak bisa ditekan oleh opini dan hal-hal lain di luar opini, termasuk tekanan dari kekuatan-kekuatan sebesar apapun itu.

Saya baru mulai berpikir saya akan punya status hukum di KPK ketika ada semacam desakan agar KPK segera memperjelas status hukum saya. “Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah.” Ketika ada desakan seperti itu, saya baru mulai berpikir jangan-jangan, saya menjadi yakin, saya menjadi tersangka setelah saya dipersilakan untuk lebih fokus berkonsentrasi menghadapi masalah hukum di KPK. Ketika saya dipersilakan untuk lebih fokus menghadapi masalah hukum di KPK berarti saya sudah divonis punya status hukum yang dimaksud, yaitu tersangka.

Apalagi saya tahu, beberapa petinggi Partai Demokrat yakin betul, hakkul yakin, Anas menjadi tersangka. Rangkaian ini pasti tidak bisa dipisahkan dengan bocornya apa yang disebut sebagai sprindik (surat perintah penyidikan). Ini satu rangkaian peristiwa yang pasti tidak bisa dipisahkan. Itu satu rangkaian peristiwa yang utuh. Sama sekali terkait dengan sangat erat. Itulah faktanya, itulah rangkaian kejadiannya. Dan tidak butuh pencermatan yang terlalu canggih untuk mengetahui rangkaian itu. Bahkan masyarakat umum dengan mudah membaca dan mencermati itu.

Saudara-saudara sekalian, kalau mau ditarik agak jauh ke belakang sesungguhnya ini pasti terkait dengan Kongres Partai Demokrat. Saya tidak ingin bercerita lebih panjang. Pada waktunya saya akan bercerita lebih panjang.

Tetapi inti dari kongres itu ibarat bayi yang lahir. Anas adalah bayi yang lahir tidak diharapkan. Tentu rangkaiannya menjadi panjang. Dan rangkaian itu saya rasakan, saya alami, dan menjadi rangkaian peristiwa politik dan organisasi di Partai Demokrat. Pada titik ini, saya belum akan menyampaikan secara rinci. Tapi ada konteks yang sangat jelas menyangkut rangkaian-rangkaian peristiwa politik itu.

Saudara-saudara sekalian, ketika saya memutuskan terjun ke dunia politik dan saya masuk menjadi kader Partai Demokrat, saya sadar betul bahwa politik kadang-kadang keras dan kasar. Dalam dunia politik, tidak sulit untuk menemukan intrik, fitnah, dan serangan-serangan. Itu saya sadari sejak awal.

Dan karena itu, saya tahu persis konsekuensi-konsekuensinya. Maka saya sampaikan saya tidak akan pernah mengeluh dengan keadaan ini. Saya tidak akan pernah mengeluh tentang perkembangan situasi ini. Dan saya punya keyakinan kuat dan semangat untuk terus menghadapinya, termasuk dengan risiko dan konsekuensi. Itu hal yang lazim saja.

Saya anggap sebagai sebuah kelaziman, tidak ganjil, tidak aneh. Apalagi di dalam sistem demokrasi kita yang masih muda, termasuk Partai Demokrat yang tradisinya masih muda.

Saudara-saudara sekalian, karena saya sudah punya status hukum sebagai tersangka, meskipun saya yakin posisi tersangka itu lebih karena faktor nonhukum, tetapi saya punya standar etik pribadi. Standar itu mengatakan “kalau saya punya status hukum sebagai tersangka, maka saya akan berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.” Ini bukan soal jabatan atau posisi, ini soal standar etik.

Standar etik pribadi saya itu, Alhamdulillah cocok dengan pakta integritas yang diterapkan di Partai Demokrat. Saya sendiri di tempat ini, seminggu lalu kurang lebih, sudah menandatangani pakta integritas. Dengan atau tanpa pakta integritas pun, standar etik pribadi saya mengatakan hal seperti itu: “Saya berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.”

Terkait dengan itu, saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus pada kader-kader Partai Demokrat. Yang telah memberikan kepercayaan dan mandat politik kepada saya untuk memimpin Partai Demokrat sebagai Ketua Umum periode 2010-2015. Saya mohon maaf kalau saya berhenti di awal 2013. Saya tidak merencanakan untuk berhenti di tahun 2013. Sejauh perjalanan yang saya tempuh, saya jalankan, saya tunaikan, sebagai ketua umum, sepenuhnya saya bersungguh-sungguh menjalankan mandat dan amanat politik partai itu.

Tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Tentu ada capaian prestasi dan masih ada bolong-bolongnya, ada lubang-lubangnya. Tapi saya menegaskan semua itu saya jalani dengan sungguh-sungguh, serius, penuh konsentrasi karena itu bagian dari panggilan jiwa politik saya.

Alhamdulillah saya bersyukur di dalam proses menunaikan tugas kurang lebih hampir tiga tahun, dua setengah tahun lebih, semuanya saya jalankan dengan penuh kesungguhan dna konsentrasi.

Terimakasih pada kader-kader Demokrat yang selama ini sama-sama menjalankan dan menunaikan tugas sesuai dengan kewenangan, otoritas, dan tugas masing-masing. Pengurus Dewan Pimpinan Pusat, pengurus DPD, DPC, kader-kader di seluruh Indonesia, Dewan Pembina, Majelis Tinggi, Komisi Pengawas, saya sampaikan terimakasih yang selama ini bersama-sama menjalankan tugas.

Meskipun saya sudah berhenti menjadi Ketua Umum, saya akan tetap menjadi sahabat bagi kader-kader Partai Demokrat. Saya ketika melepas tentu tidak punya kewenangan organisatoris karena saya sudah lepas. Tetapi saya menjaminkan satu hal, yaitu ketulusan persahabatan dan persaudaraan. Saya jamin ketulusan itu kepada kader-kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia, apapun nanti tugas langkah yang akan saya tempuh, termasuk saya ada di dalam atau di luar, apakah saya menjalani proses hukum, apakah proses hukum itu berjalan adil, obyektif, transparan atau tidak, saya menyatakan, menegaskan, menggarisbawahi, saya menjamin ketulusan persahabatan dan persaudaraan. Loyalitas sebagai sahabat merupakan bagian yang indah dan menyegarkan dalam dinamika politik partai yang kadang-kadang keras dan agak panas.

Karena itulah saya yakin betul, saya akan tetap berkomunikasi sebagai sahabat dengan kader-kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Tidak dalam posisi sebagai Ketua Umum, tetapi sebagai teman dan sahabat.

Saya juga berharap siapapun yang nanti menjadi Ketua Umum Partai Demokrat bisa menunaikan tugas, bahkan jauh lebih baik dari apa yang sudah saya tunaikan bersama teman-teman pengurus. Saya yakin pasti akan datang ketua umum yang lebih baik. Saya percaya itu, karena sejarah selalu melahirkan pemimpin pada waktunya.

Selanjutnya, saudara-saudara sekalian, apa yang akan saya lakukan ke depan adalah tetap dalam kerangka memberikan kontribusi dan menjaga momentum bagi perbaikan peningkatan dan penyempurnaan kualitas demokrasi di Indonesia. Apapun kondisi dan keadaan saya.

Kondisi dan keadaan saya itu bukan faktor. Faktornya yang penting adalah bahwa saya akan tetap bersama-sama dalam sebuah ikhtiar untuk membuat Indonesia ke depan makin baik dan makin bagus.

Hari-hari ini dan ke depan, akan diuji pula bagaimana etika Partai Demokrat. Partai yang etikanya bersih, cerdas, dan santun. Akan diuji oleh sejarah apakah Demokrat partai yang bersih atau tidak bersih. Partai yang bersih atau korup. Akan diuji partai yang cerdas atau partai yang tidak cerdas. Partai yang solutif menawarkan gagasan cerdas dan bernas atau partai yang tidak seperti itu.

Juga diuji apakah Demokrat akan menjadi partai yang santun dan sadis. Apakah yang akan terjadi kesantunan politik atau sadisme politik? Tentu ujian itu akan berjalan sesuai dengan perkembangan waktu dan keadaan.

Tetapi yang paling penting saya garis bawahi, bahwa tidak ada kemarahan dan kebencian. Kemarahan dan kebencian itu jauh dari rumus politik yang saya anut. Dan mudah-mudahan juga dianut siapapun kader-kader Partai Demokrat.

Di atas segalanya, saya ingin menyatakan barangkali ada yang berpikir bahwa ini adalah akhir dari segalanya. Barangkali ada yang meramalkan dan menyimpulkan ini adalah akhir dari segalanya. Hari ini, saya nyatakan ini baru permulaan. Hari ini saya nyatakan ini baru sebuah awal langkah-langkah besar. Hari ini saya nyatakan ini baru halaman pertama. Masih banyak halaman-halaman berikutnya yang akan kita buka dan baca bersama. Tentu untuk kebaikan kita bersama.

Saya sekali lagi dalam kondisi apapun akan tetap berkomitmen berikhtiar memberikan sesuatu yang berharga bagi masa depan politik kita, demokrasi kita. Jadi, ini bukan tutup buku. Ini pembukaan buku halaman pertama. Saya yakin halaman-halaman berikutnya akan makin bermakna bagi kepentingan kita bersama.

Inilah saudara-saudara sekalian, beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada kesempatan siang hari ini. Saya akan terus menjadi sahabat-sahabat kalian. Karena banyak buku yang akan kita baca bersama. Buku-buku itu jangan dipahami dalam perspektif yang ngeres, tetapi positif dan konstruktif, kebaikan dan kemaslahatan yang lebiih besar. Itulah yang menjadi titik orientasi kita.

Saya akan melepas jaket biru kebesaran, dan saya akan menjadi manusia yang bebas dan merdeka. Bukan berarti selama ini tidak bebas dan merdeka. Tapi tentu ini ada maknanya secara etik dan organisatoris. Selamat berjuang kader-kader Demokrat di seluruh Indonesia, berjuang sesuai pilihan yang merdeka. (Rrn/Dor)

sumber: Metrotvnews.
Bambang Suharno 021 70228877